April 14, 2010

Tragedi Makam Mbah Priok

Share JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa tak kenal Tanjung Priok? Sebuah wilayah di utara Jakarta tersebut memang pernah mendulang masa keemasan pada tahun 1980-an. Sebab, salah satu pelabuhan internasional Indonesia terdapat di wilayah ini.

Hilir mudik kendaraan berat dan aktivitas bongkar muat selalu menjadi daya tarik tersendiri di wilayah ini. Tapi siapa sangka di tengah kerasnya kehidupan masyarakat pesisir, nama Tanjung Priok ternyata diambil dari nama seorang tokoh ulama yang melakukan siar agama Islam sejak ratusan tahun silam?

Ya, dialah Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Al Husaini Ass Syafi`i Sunni RA atau akrab disapa mbah Priok. Makam mbah Priok terdapat di dalam areal pelabuhan Petikemas Koja, Tanjungpriok.

Makam keramat ini selalu diziarahi para ulama dan santri. Utamanya pada Kamis malam Jumat atau Walimatul Houl Maqom dan pada Ahad akhir di setiap bulan Shafar. Para peziarah tidak hanya berasal dari DKI Jakarta saja, melainkan juga berasal dari ulama dan santri di seluruh pulau Jawa.

Meski cukup disegani dan dihormati, namun upaya pelestarian makam keramat tersebut memang tidak mudah. Pihak ahli waris sering mendapat ancaman dan teror dari oknum tak bertanggung jawab yang berusaha menggusur keberadaan makam mbah Priok.

Salah satu ahli waris yang juga pengurus makam mbah Priok, Habib Ali, menuturkan, upaya penggusuran makam keramat tersebut sudah terjadi sejak tahun 1997 dan terus digencarkan hingga saat ini. Aktor di belakang layar upaya penggusuran tersebut, kata Habib Ali, tidak lain adalah pihak pengelola Pelabuhan Petikemas Koja. Sebab, areal makam mbah Priok akan dijadikan lahan perluasan terminal petikemas.

Sayangnya, upaya tersebut selalu gagal. Padahal, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari iming-iming uang, teror, hingga sabotase. Bahkan, menurut pengakuan Habib Ali, sejumlah ahli waris termasuk dirinya pernah disandera di makam keramat tersebut selama 12 hari. Di samping tentunya, iming-iming uang selalu menghampirinya. Namun karena keteguhan iman, tak satu pun dari para ahli waris yang mau menerima upeti tersebut. Dan akhirnya mereka dilepaskan lagi.

Tak hanya itu, pada tahun 2004, pihak pengelola pelabuhan pernah akan melakukan pembokaran paksa dengan menggunakan buldozer. Tapi upaya ini juga dapat digagalkan karena kebesaran Allah. Buldozer tersebut macet dan terperosok dan para pekerja juga tertimpa musibah. “Bagi mereka yang berniat menggunakan lahan makam keramat untuk bisnis hendaknya berhati-hati dalam bertindak,” kata Habib Ali.

Habib Ali, selaku perwakilan dari ahli waris berharap kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar turut melestarikan situs sejarah makam keramat mbah Priok ini. Sebab, makam keramat di Jalan Kramat Situs Sejarah Tanjungpriok ini merupakan cagar budaya golongan A yang harus dilindungi pemerintah.

“Mewakili ahli waris, saya meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan Makam Keramat Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasab bin Muhammad Al Haddad. Karena makam ini juga cagar budaya golongan A,” harap Habib Ali.

Sumber : http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/06/12/sulitnya-mempertahankan-makam-keramat-mbah-priok/ BeritaJakarta.com

Read more...

Oktober 16, 2009

soal-soal pns

Share bagi kawan-kawan yang ingin soal-soal pns dapat di download TestBakatSkolastik bahasa indonesia bahasa inggris pengetahuan umum tatanegara

semoga sukses....

Read more...

September 14, 2009

Lowongan PNS PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI TAHUN ANGGARAN 2009

Share PENGUMUMAN
Nomor : 800/2718/SJ
TENTANG
PENYARINGAN/PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI
TAHUN ANGGARAN 2009


Dalam rangka mengisi formasi pegawai Departemen Dalam Negeri R.I. Tahun Anggaran 2009, Departemen Dalam Negeri memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang berijazah Pasca Sarjana (S.2), Sarjana (S.1) dan Sarjana Muda (D.3) untuk diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Departemen Dalam Negeri, persyaratan sebagai berikut :


Formasi Penerimaan

* Dokter Umum: 5 Orang
* S2 Administrasi Negara: 1 Orang
* S2 Administrasi Publik: 2 Orang
* S2 Ilmu Pemerintahan: 2 Orang
* S2 Ilmu Komunikasi: 1 Orang
* S2 Ekonomi Manajemen: 5 Orang
* S2 Ekonomi Akuntansi: 3 Orang
* S2 Ekonomi Studi Pembangunan: 1 Orang
* S2 Psikologi: 1 Orang
* S2 Teknologi Pendidikan: 1 Orang
* S2 Perencanaan Pendidikan: 1 Orang
* S2 Teknik Sipil: 1 Orang
* S2 Ilmu Lingkungan/Pengelolaan Lingkungan: 1 Orang
* S1 Ekonomi Akuntansi: 21 Orang
* S1 Ekonomi Manajemen/Keuangan Perbankan: 16 Orang
* S1 Ekonomi Studi Pembangunan: 4 Orang
* S1 Planologi: 5 Orang
* S1 Teknik Sipil: 5 Orang
* S1 Teknik Mesin: 2 Orang
* S1 Teknik Arsitektur: 3 Orang
* S1 Teknik Industri: 4 Orang
* S1 Teknik Elektro: 3 Orang
* S1 Teknik Lingkungan: 2 Orang
* S1 Telekomunikasi: 2 Orang
* S1 Administrasi Negara: 8 Orang
* S1 Komunikasi: 4 Orang
* S1 Publisistik/Jurnalistik: 2 Orang
* S1 Ilmu Politik: 5 Orang
* S1 Ilmu Pemerintahan: 9 Orang
* S1 Administrasi Niaga: 2 Orang
* S1 Kriminologi: 1 Orang
* S1 Hubungan Internasional: 3 Orang
* S1 Administrasi Publik: 2 Orang
* S1 Ilmu Hukum: 26 Orang
* S1 Hukum Perdata: 2 Orang
* S1 Hukum Internasional: 2 Orang
* S1 Filsafat: 1 Orang
* S1 Sastra/Bahasa Inggris: 3 Orang
* S1 Manajemen Informatika: 4 Orang
* S1 Teknologi Informasi: 3 Orang
* S1 Sistem Informasi: 2 Orang
* S1 Teknik Informatika: 2 Orang
* S1 Teknik Komputer: 2 Orang
* S1 Mipa Matematika: 2 Orang
* S1 Kesehatan Masyarakat: 1 Orang
* S1 Pertanian/Agrobisnis: 1 Orang
* S1 Pertanian/Sosial Ekonomi: 2 Orang
* S1 Pertanian/Agronomi: 2 Orang
* S1 Teknik Industri Pertanian: 3 Orang
* S1 Perikanan/Budidaya Perairan: 2 Orang
* S1 Perkebunan: 1 Orang
* S1 Peternakan/Teknologi Hasil Ternak: 1 Orang
* S1 Geografi: 2 Orang
* S1 Statistik: 4 Orang
* S1 Psikologi: 10 Orang
* S1 Teknologi Pendidikan: 4 Orang
* S1 Pendidikan Ekonomi/Akuntansi: 2 Orang
* S1 Manajemen Pendidikan: 1 Orang
* S1 Pendidikan Bahasa Inggris: 2 Orang
* S1 Pendidikan Teknik Elektro: 1 Orang
* S1 Antropologi: 2 Orang
* S1 Sosiologi: 1 Orang
* S1 Sosiatri: 1 Orang
* S1 Perhotelan: 1 Orang
* D3 Ekonomi Akuntasi: 11 Orang
* D3 Perpajakan: 2 Orang
* D3 Ekonomi Manajemen: 3 Orang
* D3 Manajemen Administrasi: 1 Orang
* D3 Komputer Akuntansi: 1 Orang
* D3 Komputer: 10 Orang
* D3 Teknik Komputer: 2 Orang
* D3 Sistem Informatika: 2 Orang
* D3 Manajemen Informatika: 6 Orang
* D3 Teknik Informatika: 3 Orang
* D3 Administrasi: 3 Orang
* D3 Sekretaris: 3 Orang
* D3 Teknik Listrik: 3 Orang
* D3 Teknik Elektro: 2 Orang
* D3 Pengelola Hasil Hutan: 1 Orang
* D3 Keperawatan: 2 Orang
* D3 Perhotelan: 1 Orang

info lengkap
http://ppns.depdagri.go.id/peg/Home.aspx

Read more...

Agustus 12, 2009

Bayi 'Hidup' Kembali Saat Akan Dimakamkan

Share Bayi laki-laki lahir prematur dinyatakan telah meninggal oleh dokter di sebuah rumah sakit di Paraguay. Namun beberapa jam kemudian sang bayi terbangun saat hendak dimakamkan.

"Awalnya sang bayi tidak bergerak sama sekali, tidak ada refleks pernapasan, kita juga tidak mendengar detak jantungnya. Maka dari itu kita menyatakan janin prematur berusia 24 minggu itu meninggal," ujar Dr Ernesto Weber, Kepala Bagian Pediatrik (Kesehatan Anak-anak) salah satu rumah sakit di Ibukota Asuncion, kepada Reuters, Senin (10/8/2009).

Bahkan keluarga sang bayi, yang berat badan saat lahir hanya 0,5 kilogram tersebut, telah diberi sertifikat kematian dan sebuah kotak kardus dengan nama sang bayi sebagai peti mati sementara. Tiba-tiba saat keluarga membawa pulang bayi tersebut untuk dimakamkan, terjadilah hal menakjubkan tersebut.

"Saya buka kotak dan mengeluarkannya, tiba-tiba ia menangis. Saya ketakutan. Ketika ia menggerakkan tangannya, kakinya, saya semakin ketakutan. Kita semua takut," kata Liliana Alvarega, salah satu keluarga sang bayi.

Setelah kejadian menakjubkan tersebut, pihak rumah sakit pun melakukan penyelidikan apa penyebab kejadian itu. Sementar itu, saat ini sang bayi dalam kondisi stabil dalam sebuah inkubator.

Sumber : yahoo.co.id

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP